Oleh: Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA—DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Papua memperkuat keterwakilan perempuan dalam kepengurusan dan kaderisasi partai sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW PAN Papua bertema “Konsolidasi Menuju 3 Besar” di Hotel Horison, Kotaraja, Jayapura, Senin (24/8/2026).
Rakerwil membahas sejumlah agenda organisasi, termasuk persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029 dan pemenuhan keterwakilan perempuan. Secara hukum, afirmasi keterwakilan perempuan dalam politik memiliki landasan dalam UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, sedangkan pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota diatur lebih lanjut dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum serta PKPU Nomor 10 Tahun 2023, yang telah diubah dengan PKPU Nomor 4 Tahun 2024. Ketentuan tersebut menjadi salah satu pijakan dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam politik dan pencalonan legislatif.

Perempuan Diberi Ruang Memimpin Rakerwil
Ketua DPW PAN Papua, Haris Richard Yocku, mengatakan Rakerwil I menjadi momentum untuk memberikan ruang lebih besar kepada kader perempuan dalam menjalankan roda organisasi.
Untuk itu, kepanitiaan Rakerwil I dipercayakan kepada kader perempuan, termasuk posisi ketua panitia dan jajaran pengurus kegiatan.
“Rakerwil tahun ini saya memberikan kewenangan penuh kepada para srikandi. Mulai dari ketua panitia hingga pengurusnya, semuanya perempuan. Ini bagian dari implementasi keterwakilan 30 persen perempuan,” kata Haris.
Menurut dia, kader laki-laki dalam kegiatan tersebut lebih banyak berperan sebagai peserta sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Rakerwil.
“Kami laki-laki hadir sebagai peserta. Kami akan mengevaluasi dan menilai apakah mereka bekerja dengan baik. Sejauh ini, kami melihat mereka sangat solid dan mampu bekerja dengan baik,” ujarnya.
Wakil Bupati Jayapura ini mengatakan PAN Papua tidak ingin keterwakilan perempuan berhenti pada pemenuhan struktur organisasi. Kader perempuan perlu dipersiapkan agar mampu mengambil peran lebih besar dalam politik, termasuk menduduki jabatan legislatif maupun eksekutif.
“Saya berharap ke depan PAN bisa mencetak kader-kader perempuan untuk bisa duduk di kursi legislatif, tetapi juga di kursi eksekutif,” katanya.

Keterwakilan Perempuan Disiapkan dalam Kepengurusan
Ketua Panitia Rakerwil I DPW PAN Papua, Dessi Corazon Giay, mengatakan prinsip keterwakilan perempuan juga telah diperhatikan ketika PAN Papua menyusun kepengurusan baru.
“Dalam pembentukan pengurus, kami sudah memperhatikan 30 persen keterwakilan perempuan yang disiapkan dalam kepengurusan PAN Papua,” kata Dessi.
Menurut dia, komitmen tersebut selanjutnya akan didorong hingga tingkat DPD PAN di kabupaten dan kota.
“Kami juga akan menyampaikan kepada DPD PAN untuk mempersiapkan keterwakilan 30 persen perempuan,” ujar Anggota DPR Papua ini.
Dessi menilai penguatan peran perempuan perlu dilakukan secara berjenjang agar kader perempuan tidak hanya hadir dalam struktur organisasi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengikuti kontestasi politik.

PAN Kabupaten Jayapura Siapkan Kader Perempuan
Sekretaris DPD PAN Kabupaten Jayapura, Lidya Dike, mengatakan keterwakilan perempuan dalam organisasi PAN telah berjalan, termasuk dalam kepengurusan DPW PAN Papua yang baru.
Ia mengatakan hal itu terlihat dalam pelantikan pengurus baru DPW PAN Papua pada 14 Juli 2026. Dalam pelantikan tersebut, menurut Lidya, cukup banyak perempuan yang masuk dalam jajaran pengurus inti maupun anggota.
“Saya melihat sendiri banyak pengurus inti dan anggota PAN yang dilantik merupakan perempuan. Jadi, keterwakilan perempuan secara organisasi sudah berjalan dengan baik,” kata Lidya.
Untuk pencalonan anggota legislatif dari Kabupaten Jayapura, ia mengatakan PAN harus mengikuti ketentuan mengenai keterwakilan perempuan dalam pencalonan.
“Kalau mengusulkan atau mencalegkan perempuan dari Kabupaten Jayapura, itu wajib sesuai aturan. Namun, ketika terpilih nanti, keputusan tetap berada di tangan masyarakat yang memilih,” ujarnya.
Lidya mengatakan dirinya belum memikirkan pencalonan pada Pemilu mendatang karena masih relatif baru terlibat dalam politik.
“Saya belum memikirkan ke arah sana karena saya baru terlibat di partai politik,” katanya.
Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Rakerwil I DPW PAN Papua menjadi bagian dari konsolidasi internal partai untuk memperkuat struktur, kaderisasi, dan kesiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029.
Dalam agenda tersebut, keterwakilan perempuan ditempatkan bukan sekadar sebagai pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga sebagai bagian dari upaya PAN Papua menyiapkan kader perempuan untuk berkompetisi dan mengambil peran dalam politik. **


















