Makawaru da Cunha
DANIEL Tandjung dan Almarhumah Mery Gayus Laban, Alumni SMAK Sint Gabriel Maumere, mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Nasional Tahun 1972.
Daniel dan Mery bersama rekan-rekannya menunaikan tugas pada upacara penurunan bendera pusaka, saat HUT RI ke 27 di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 1972.
Dengan Inspektur Upacara atau Irup Presiden ke-2 RI Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto .
Daniel, saat dihubungi via ponsel di Maumere, Jumat (15/8/2025) malam mengatakan, ia senang, bangga dan haru campur menjadi satu, lantaran telah berbuat yang terbaik untuk daerahnya NTT dan Indonesia.
“Waktu itu anggota Paskibraka Nasional dibagi dalam tiga pasukan, yakni 17-8-45. Saya di pasukan 17 dan Mery di pasukan 8. Kami melakukan dengan sempurna,” ujar seniman musik ini.
Daniel kelahiran Maumere, 14 November 1952 cerita, ia dan perwakilan Paskibraka seluruh Indonesia menginap di Asrama Haji, Pondok Gede, Bekasi.
Anggota Paskibraka menggelar latihan di Istana Merdeka, Jakarta praktis selama sebulan.

Suasana Haru Mencium Bendera Merah Putih
Daniel menyampaikan, suasana hening menyelimuti malam sebelum bertugas. Dalam balutan seragam latihan, para anggota Paskibraka berdiri berjajar rapi, wajah mereka tegang namun penuh tekad.
Ketika Sang Merah Putih dibawa masuk dengan khidmat, suasana berubah menjadi haru. Satu per satu, mereka maju untuk mencium bendera simbol tertinggi bangsa.
Air mata mulai jatuh, tak tertahan. Ada yang menunduk, ada yang terisak pelan.
“Momen itu bukan sekadar ritual, tapi sebuah janji dan ikrar dalam diam untuk mengabdi dengan sepenuh jiwa,” kenang Daniel.
Daniel dan Mery pun turut larut dalam suasana. Mata berkaca-kaca, dada bergemuruh oleh rasa bangga dan haru yang menyatu.
Malam itu, di bawah cahaya temaram, semangat kebangsaan dan cinta tanah air menyatu dalam keheningan dan linangan air mata.

Berangkat ke Jakarta
Ia dan rekannya Mery berangkat menggunakan maskapai penerbangan Merpati dari Maumere-Denpasar-Jakarta, dan landing di Bandara Halim Perdana Kusuma.
Daniel mewarisi keterampilan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada putri sulungnya, Mariana Saryantika Tandjung dari SMA Negeri I Maumere di Paskibra Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 1990-an. Posisinya di Pasukan 8.
Tika panggilan akrabnya, kini PNS di Dinas Keuangan Pemkab Sikka.
Daniel menyampaikan pesan kepada siswa-siswi di NTT untuk latihan tekun dan disiplin, terutama PBB, agar suatu saat bisa mewakili daerah menjadi anggota Paskibraka Nasional.
Daniel tak lupa menyampaikan selamat bertugas kepada dua perwakilan NTT di Paskibraka Nasional Tahun 2025, saat upacara Detik-Detik Proklamasi HUT RI ke 80 di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2025.
Masing-masing Paulus Gregorius Afrizal, siswa SMAK Frateran Maumere, Kabupaten Sikka, dan Merlin Anggraeni Mausali, siswi SMA Negeri 1 Kalabahi, Kabupaten Alor. **


















