Oleh: Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA–Anggota Tim Formatur hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Papua, Yohanis Damasenus Reda, S.T., S.H., M.H., memprotes dugaan perubahan susunan kepengurusan PABSI Papua yang disebut diajukan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua untuk memperoleh rekomendasi kepada Pengurus Besar (PB) PABSI tanpa melibatkan seluruh anggota Tim Formatur.
Hal itu disampaikan Yohanis melalui siaran pers yang diterima CitraPapua.com, Rabu (1/7/2026). Tim Formatur dibentuk dalam Musprov PABSI Papua yang berlangsung di Hotel Amasing Grace, Graha GKI Argapura, Kota Jayapura, Kamis (28/5/ 2026). Forum tersebut memberikan mandat kepada Tim Formatur untuk menyusun kepengurusan PABSI Papua secara kolektif hingga tuntas.
Persoalkan Proses Penyusunan Pengurus
Menurut Yohanis, apabila benar terdapat usulan perubahan susunan kepengurusan tanpa dibahas bersama seluruh anggota Tim Formatur, langkah tersebut mengabaikan hasil Musprov sekaligus tidak menghormati mekanisme organisasi yang telah disepakati.
“Tim Formatur dibentuk secara sah oleh forum Musyawarah Provinsi. Oleh karena itu, setiap penyusunan maupun penyempurnaan susunan pengurus wajib dibahas dan diputuskan bersama oleh seluruh anggota Tim Formatur, bukan dilakukan secara sepihak,” tegas Yohanis melalui siaran pers, Rabu (1/7/2026).
Tim Formatur Terdiri atas Tiga Orang
Yohanis menjelaskan Tim Formatur hasil Musprov terdiri atas tiga orang, yakni Ketua Umum PABSI Papua terpilih, dirinya selaku Sekretaris Umum PABSI Papua periode sebelumnya, serta Ida Korwa Rumbewas sebagai tokoh dan pelaku olahraga angkat besi nasional.
Ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan maupun perubahan komposisi kepengurusan yang kabarnya telah diajukan kepada KONI Papua.
“Sebagai anggota Tim Formatur, saya sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan maupun perubahan komposisi pengurus yang kabarnya telah diajukan kepada KONI Papua. Jika benar demikian, maka proses tersebut patut dipertanyakan legalitas dan legitimasi organisasinya,” ujarnya.
Tegaskan Kepengurusan Harus Sesuai AD/ART
Sebagai praktisi hukum, Yohanis menegaskan organisasi olahraga harus dijalankan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), bukan berdasarkan kehendak individu maupun kelompok tertentu.
Menurutnya, AD/ART PABSI memberikan mandat kepada Tim Formatur untuk menyusun kepengurusan secara kolektif hingga tuntas. Sementara itu, AD/ART KONI mengamanatkan setiap organisasi anggotanya menerapkan tata kelola yang demokratis, transparan, akuntabel, dan sesuai mekanisme organisasi.
“Aturan organisasi tidak boleh dilanggar. Jika Tim Formatur diabaikan, maka yang dilanggar bukan hanya etika organisasi, tetapi juga prinsip demokrasi, transparansi, akuntabilitas, musyawarah, serta semangat kolektif yang menjadi dasar pembentukan Tim Formatur,” katanya.

Anggota Tim Formatur hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) PABSI Papua, Yohanis Damasenus Reda, S.T., S.H., M.H., menyampaikan keberatan atas dugaan perubahan susunan kepengurusan PABSI Papua yang disebut dilakukan tanpa melibatkan seluruh anggota Tim Formatur. (Foto: Istimewa)
Desak KONI Papua Cermati Proses Kepengurusan
Yohanis meminta KONI Papua tidak terburu-buru memberikan rekomendasi kepada PB PABSI apabila masih terdapat keberatan dari anggota Tim Formatur yang dibentuk secara sah melalui Musprov.
“KONI Papua harus menjalankan fungsi pembinaan organisasi olahraga dengan memastikan seluruh proses administrasi dan kepengurusan dilakukan sesuai AD/ART. Jangan sampai rekomendasi diberikan terhadap kepengurusan yang proses pembentukannya masih dipersoalkan,” tegasnya.
Ia juga meminta Ketua Umum PABSI Papua terpilih menghormati hasil Musprov dengan mengembalikan proses penyusunan kepengurusan kepada Tim Formatur sesuai mandat peserta Musprov.
Demi Menjaga Soliditas Organisasi
Menurut Yohanis, penyelesaian persoalan tersebut penting untuk menjaga soliditas organisasi serta mempertahankan kepercayaan atlet, pelatih, dan seluruh insan olahraga angkat besi di Papua.
“Organisasi yang besar dibangun dengan menghormati aturan, bukan mengabaikannya. Semua pihak harus kembali kepada AD/ART agar PABSI Papua tetap menjadi organisasi yang sehat, profesional, dan bermartabat,” tutup Yohanis.
Hingga berita ini diterbitkan, CitraPapua.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Ketua Umum PABSI Papua terpilih maupun KONI Papua terkait keberatan yang disampaikan Yohanis Damasenus Reda. Apabila tanggapan diperoleh, berita ini akan diperbarui. **


















