Makawaru da Cunha (*)
CITRAPAPUA.COM, KOTA JAYAPURA—Sepakbola di Kabupaten Sikka, khususnya melalui kiprah Persami Maumere, tak lepas dari jasa besar tujuh tokoh yang mendedikasikan hidupnya demi kemajuan olahraga tersebut.
Mereka adalah AM Keupung, Dominikus Parera, Yosep Bernadus Semadu Sadipun, Agus Wisu, Paulinus Ladapase, Ivo da Gomez, dan Yus Pedo.
Tujuh figur ini bukan hanya dikenal sebagai abdi negara dalam profesinya masing-masing, tapi juga sebagai penggerak utama Persami di masa kejayaan.
AM Keupung tercatat sebagai Ketua Persami Maumere, sementara trio Dominikus Parera, Agus Wisu, dan Paulinus Ladapase bertugas sebagai pelatih. Yosep Bernadus Semadu Sadipun menjabat Wakil Ketua Persami Maumere, Ivo da Gomez mengemban peran bendahara Persami, dan Yus Pedo dikenal luas sebagai kapten tim atau El Capitano.
Jiwa Kebersamaan
Mereka bukan hanya pengurus, tapi juga keluarga bagi skuad “hijau-hijau”. Nilai disiplin, kekeluargaan, dan tepo seliro selalu dijunjung tinggi. “Kami ibarat Bapak dan Anak, yang saling menjaga dan mengingatkan,” kenang seorang mantan pemain.
Dalam setiap even, mereka bekerja kompak dan team work. Ketujuh tokoh sepakbola Sikka ini mengantar serdadu Teka Iku meraih scudeto atau juara ETMC 1984 di Stadion Madawat kini Gelora Samador.
Saat mengikuti Turnamen Piala KNPI di Ende, misalnya, seluruh kebutuhan tim mulai dari transportasi, akomodasi, hingga kostum dan peralatan tanding telah diurus rapi. Persami bahkan bisa fokus penuh karena teknis pertandingan sudah dipastikan berjalan lancar.
Skuad Persami kala itu menginap di Hotel Flores, sebuah hotel legendaris di Kota Pancasila, sekaligus tempat mereka berlatih sebelum bertanding di lapangan Perse Ende. Meskipun gagal meraih gelar juara, penampilan Persami tetap tampil trengginas dan memikat.
Kenangan ke Kupang dan Bali
Pengalaman serupa terjadi saat tim berlaga ke Kupang menggunakan maskapai Bouraq, yang kini sudah berhenti beroperasi. Banyak pemain baru pertama kali naik pesawat. Dengan bimbingan Yosep Bernadus Semadu Sadipun, mereka bisa mengatasi rasa gugup.
Di Kupang, skuad Persami sempat mengalami insiden pahit saat kualifikasi Pra PON melawan PSK Kupang. Gol murni Persami dianulir wasit, memicu protes suporter hingga masuk ke lapangan. Para pemain muda atau wonderkid sempat menangis, namun kembali dikuatkan oleh “Kakak Semadu”. Meski begitu, beberapa pemain Persami justru lolos seleksi Tim Pra PON NTT ke Denpasar, Bali.
Ziarah Jelang ETMC 2025-2026
Kini, ketujuh tokoh tersebut telah berpulang. Namun dedikasi mereka bagi sepakbola Sikka terus hidup dalam ingatan generasi berikutnya.
Menjelang kick-off Turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Tahun 2025 di Ende, pengurus Askab PSSI Sikka dan tim Persami meluangkan waktu untuk berziarah, menyalakan lilin, dan berdoa di pusara mereka.
Tradisi penghormatan ini serupa dengan yang dilakukan PSN Ngada sebelum ETMC di Maumere 2015 lalu, yang berdoa di pusara mantan Bupati Ngada, Daniel da Silva.
Mengenang jasa mereka, anak-anak Maumere belajar bahwa sepakbola bukan sekadar olahraga, melainkan sebuah warisan perjuangan, persaudaraan, dan pengabdian.
May you find peace and comfort in your memories. **
(*) Jurnalis dan Penikmat Sepakbola


















