banner 728x250

Tetangga Meninggal Kekurangan Darah, Evert Yudha Prasetya Wenehen Pilih Jadi Pendonor Seumur Hidup

Evert Yudha Prasetya Wenehen terima penghargaan sebagai pendonor sukarela di HUT ke-80 PMI. (Foto: Citra Papua.Com/Makawaru da Cunha)
banner 120x600
banner 468x60

Makawaru da Cunha

CITRA PAPUA.COM, KOTA JAYAPURA—SIP Azana Hotel Jayapura bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua menggelar aksi donor darah dalam rangka HUT ke-80 PMI, Rabu (24/9/2025).

banner 325x300

Dalam kegiatan itu, PMI Papua memberikan piagam penghargaan kepada enam pendonor sukarela, yang telah menyumbangkan darahnya lebih dari 50 kali.

Mereka adalah Evert Yudha Prasetya Wenehen, Sudarisman, Muhammad Rifai, Rudi Hasudungan Rajagukguk, Raflus Doranggi, dan Sasmito.

Salah satunya adalah Evert Yudha Prasetya Wenehen, karyawan swasta yang konsisten mendonorkan darah sejak tahun 1986. Hingga kini, ia telah melakukan donor sebanyak 87 kali.

Terinspirasi dari Peristiwa Tragis

Evert mengaku niatnya menjadi pendonor lahir dari pengalaman pahit di masa lalu.
“Saya mulai mendonor, karena pengalaman tetangga saya yang meninggal akibat kekurangan darah saat operasi. Sejak itu hati saya tergugah untuk menjadi pendonor sukarela sampai sekarang,” tuturnya.

Bagi pria kelahiran Manokwari, 12 Desember 1968, donor darah sudah menjadi bagian dari hidupnya. “Ibarat makan nasi, kalau sudah waktunya donor, badan seperti memanggil sendiri. Selama tubuh masih kuat, saya akan terus mendonor,” katanya.

Harapan untuk PMI

Meski konsisten hampir empat dekade, Evert menilai PMI perlu terus meningkatkan pelayanan dan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, masih ada anggapan keliru bahwa darah donor diperjualbelikan.

“PMI sekarang sudah lebih baik dibanding dulu. Tapi saya harap ada pola jemput bola, misalnya kerja sama dengan masjid, gereja, vihara, pura atau komunitas lain setiap tiga bulan. Itu bisa meningkatkan partisipasi pendonor sukarela,” sarannya.

Evert juga menyinggung perlunya penghargaan dan perhatian bagi pendonor. “Kalau hak dari pendonor bisa diberikan, itu bagus. Tapi prinsipnya, donor darah adalah soal kemanusiaan. Selain membantu orang lain, donor juga baik untuk kesehatan, karena kita rutin diperiksa,” ujarnya.

Konsisten Hingga 100 Kali

Tinggal bersama istri, Sarma Sitompul, dan dua anaknya di Waena, Jayapura, Evert bertekad mencapai 100 kali donor.

“Usia saya sudah hampir 57 tahun. Tapi saya yakin bisa mencapai 100 kali donor. Semoga ke depan semakin banyak orang yang sadar bahwa setetes darah bisa menyelamatkan nyawa,” pungkas Evert.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *