banner 728x250

Karel Bernard Roland Tayl: Mengabdi dari Selatan Papua hingga Menata Koperasi

Karel Bernard Roland Tayl, ketika pulang ke rumah pertama setelah bertugas selama 21 di wilayah Papua Selatan. (Foto: Dok/Pribadi)
banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Makawaru da Cunha

CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA—Karel Bernard Roland Tayl bukan nama baru di lingkungan Dinas Perhubungan Provinsi Papua.

banner 325x300

Sejak 1995-2016, ia mendedikasikan hidupnya sebagai “orang lapangan”, mengawal keselamatan transportasi, khususnya transportasi sungai, yang menjadi nadi kehidupan masyarakat di Papua Selatan, Tanah Animha.

Karel menunaikan tugas, yang diberikan oleh Kakanwil Provinsi Irian Jaya, untuk menjabat Direksi Keselamatan Transportasi Sungai dan Pemeliharaan Badan Sungai Digoel.

Karel mengabdi mulai dari Tanah Merah, Getentiri, Asiki, Kali Kia, Bade, Banamepe, Wanam, Kimam, Kota Merauke.   

Karel Bernard Roland Tayl, ketika bertugas dalam pelaksanaan PON XX tahun 2021 di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Foto: Dok/Pribadi)

Tumbuh dalam Keluarga Pekerja

Karel lahir di Jayapura, 20 Agustus 1970. Anak kedua dari enam bersaudara ini tumbuh dalam keluarga pekerja. Ayahnya, Anton Tayl, pernah bertugas sebagai Tentara Pembebasan Irian Barat dan kemudian dikaryakan ke Departemen Perhubungan Irian Jaya. Sedangkan ibunya, Justina Anditiaman seorang ibu rumah tangga.  

Ayah dan ibunya berasal dari Suku Tanimbar, Provinsi Maluku. Mereka datang ke Papua untuk bekerja dan menetap hingga membesarkan keluarga di Tanah Tabi.

Kakeknya Adrianus Anditiaman adalah seorang anggota Polri pertama di Kabupaten Merauke, sedangkan neneknya Apolonia Fanulene, yang bekerja sebagai perawat di Penjara Bawa Tanah Boven Digoel sekitar 1950-an.     

Karel Bernard Roland Tayl bersama istri dan anak, ketika merayakan ulang tahun ke-50. (Foto: Dok/Pribadi)

Ikut Jejak Sang Ayah

Setamat dari STM Negeri 80 Kotaraja, Jurusan Bangunan, Karel mengikuti jejak sang ayah bekerja di instansi yang sama: Dinas Perhubungan Provinsi Papua.

Ia memulai tugas sebagai CPNS pada 1995 dan resmi berstatus PNS pada 1998.

Penempatan pertamanya adalah di Tanah Merah, kini Kabupaten Boven Digoel, sebelum kemudian dipindahkan ke Getentiri sebagai pengawas transportasi sungai di kawasan Asiki.

“Transportasi sungai itu sangat vital. Banyak masyarakat tinggal di pinggir sungai, dan itulah akses utama mereka,” ujarnya mengenang.

Karena itu, ia percaya sektor ini seharusnya mendapat perhatian lebih besar.

Karel Bernard Roland Tayl, ketiga bertugas di Kantor Dinas Perhubungan Papua di APO Jayapura. (Foto: Dok/Pribadi)

Pengabdian Selama 21 Tahun

Tahun 2016 menjadi titik balik penting. Setelah 21 tahun mengabdi di Papua Selatan, Karel dipindahkan kembali ke Jayapura “rumah besar” yang mengawali kariernya.

Di tahun yang sama, ia bergabung sebagai anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Dinas Perhubungan Provinsi Papua.

Ia menyebut koperasi sebagai wadah keuangan yang sederhana namun kuat, berbasis kebersamaan, dan sangat membantu anggotanya.

Delapan tahun menjadi anggota aktif membuat dirinya dipercaya memimpin KPRI di Dinas Perhubungan Papua.

Pada 2024, setelah masa kepengurusan sebelumnya berakhir, KPRI kemudian mengembalikan nama koperasi ke nama awal, yakni Koperasi Konsumen Serba Usaha Wahana (KKSUW) Dinas Perhubunan Papua.

Karel tak henti-hentinya menata koperasi, dan didaulat menjadi ketua KKSUW, yang berdiri sejak 1996.

Menurutnya, ada tiga pilar agar koperasi bisa sehat dan berkembang, yakni kepatuhan pada aturan, kesadaran berorganisasi di kalangan anggota, dan transparansi keuangan.

“Kalau tiga hal ini berjalan, koperasi pasti maju,” tegas Karel di ruang kerjanya di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Kotaraja, Jayapura, Rabu (26/11/2025).

Karel Bernard Roland Tayl, tengah bersiap melaksanakan tugas rutinnya di Kantor Dinas Perhubungan Papua di APO Jayapura. (Foto: Dok/Pribadi)

Masyarakat Jangan Takut Berkoperasi

Karel juga mendorong masyarakat agar jangan takut mendirikan koperasi. Ia menilai koperasi bisa menjadi jalan keluar berbagai persoalan ekonomi, terutama di Papua, di mana kebersamaan menjadi nilai sosial yang kuat. “Dari kita oleh kita dan untuk kita,” katanya menekankan.

Karel menikah dengan Yuliana Yuliati di Merauke pada 2005, dan dikaruniai seorang putri, Dila Agnes Tasa Roland Tayl, yang kini duduk di kelas dua SMA Negeri 4 Jayapura.

Karel mencintai musik, bermain gitar, dan menyanyi. Ia juga pernah menekuni bela diri karate.

Kini, sebagai Staf Bidang Darat, Seksi Prasarana di Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Karel tetap berdiri di jalur pengabdian melayani masyarakat. Namun langkahnya merambah koperasi membuka babak baru yang menjadikannya sosok yang bukan hanya memahami denyut transportasi sungai, tapi juga roda ekonomi kerakyatan.

“Kalau pensiun nanti, saya ingin membuat koperasi umum, lebih terbuka untuk masyarakat,” ucapnya.

Sebuah rencana yang menunjukkan bahwa bagi Karel, pengabdian tak berhenti pada batasan ASN. Sungai-sungai Papua pernah membentuk ketekunan dan keberaniannya. Kini koperasi membentuk misinya berikutnya menghadirkan kesejahteraan bersama masyarakat Papua. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *