banner 728x250

KAKA PITANG: Bertemu untuk Berpisah?

banner 120x600
banner 468x60

Makawaru da Cunha 

“Papa … Papa jangan tinggalkan kami!”
Suasana di Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. TC Hillers Maumere, mencekam. Gadis manis itu, Maria Christina, putri kedua Ir. Theobaldus Moang Pitang, menggenggam tubuh sang ayah. Sementara sang ibu, Ny. Gaudensia Inggirmata Parera, memegang kaki suaminya erat-erat.
Air matanya tak henti menetes. Ya, petang  itu, Rabu, 13 Agustus 2025, Kaka Pitang–begitu kami menyapanya–meninggal dunia dalam usia 68 tahun.
Beberapa saudara, teman-sahabat dan kenalan yang hadir di ruangan itu tepekur.
Almarhum meninggalkan seorang istri Gaudensia Inggirmata Parera, dan empat anak Desiderius Ishak Rota, Maria Christina, Hendrikus Paulus Dodik dan Faustin Cindy Leo.

banner 325x300

Lahir dari Rahim yang Sama

Kami satu darah. Satu perut. Lahir dari rahim yang sama. Tapi hari itu, akhirnya kami bertemu untuk pertama kalinya di kediaman Almarhum Ignasius Fernandez di Krembangan Jaya, Surabaya 1988 silam.

Di atas sepeda motor buntut itu, ia membonceng saya membela Kota Pahlawan. Siang itu, matahari terik, tapi tak ada yang terasa menyengat. Kehadirannya meneduhkan.

Sejak itu, kami jarang bertemu lagi. Tempat dan waktu yang memisahkan.  

Suatu malam hening, kami berpapasan di jantung Kota Maumere, sekitar 2019. Ia dan istri kaget dan memeluk saya erat. Tulus dan spontan.

Ia sempat menyampaikan bahwa putra sulungnya bekerja di Kantor Bea Cukai, Kota Sorong. “Main-main ke Sorong anak sulung kerja disana,” ajaknya.       

Ketika bertugas ke Papua Barat Daya, saya sempat melintas di depan Kantor Bea Cukai Kota Sorong. Tapi anak sulungya sudah pindah dan bertugas ke daerah lain. Mata sayapun menerawang jauh, mengingatnya kembali.     

Kami akhirnya bertemu kembali di Bandara Frans Seda, Maumere, 18 Desember 2023. Ia tengah menjemput sang istri, yang kami sapa Mama Ensi.  

Ternyata saya baru tahu dari Mama Ensi kami satu pesawat dari Denpasar, dan transit di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

“Saya lihat Nong di Labuan Bajo tadi, tapi saya agak pangling,” ucap Mama Ensi.

Tak disangka. Itulah pertemuan terakhir kami.

Karya Agung

Kaka Pitang lahir di Maumere, 1 Juli 1957 ini akhirnya berkarya di Maumere, setelah lulus di Fakultas Teknik Jurusan Arsitek Petra Christian University Surabaya. 

Bersama CV Sinai, ia sukses menggeluti usaha properti— membangun cukup banyak rumah pribadi, real estate maupun perkatoran pemerintah.

Beberapa bangunan, yang kini berdiri indah dan megah di Kota Maumere dan sekitarnya adalah karya agungnya.

Ia memang arsitek handal, yang tak ada duanya. 

REST IN PEACE. Beristirahatlah dalam Damai, Saudaraku. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *