banner 728x250
RAGAM  

Persipura Tahan Imbang Persipal di Laga Perdana, Suporter BDC Tetap Optimistis Bangkit

Ketua Komunitas Suporter Black Danger Community (BDC) Persipura Jayapura, Jansen Previdea Kareth. (Foto: Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Makawaru da Cunha  I

CITRA PAPUA.COM—Laga perdana Pegadaian Championship 2025/2026, Persipal FC kontra Persipura Jayapura berakhir imbang tanpa gol di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/9/2025). Dengan hasil ini, Persipura membawa pulang satu poin ke Papua.

banner 325x300

Ketua Komunitas Suporter Black Danger Community (BDC) Persipura Jayapura, Jansen Previdea Kareth, dalam siaran persnya, Minggu (14/9/2025), menegaskan bahwa hasil tersebut tetap menjadi awal kebangkitan tim Mutiara Hitam.

“Bagi kami, Komunitas Suporter BDC, Persipura adalah segala-galanya. Slogan kami jelas: Sa Persipura Sampai Mati, Sa Persipura Sampai Kiamat,” ujar Jansen.

Menurutnya, laga perdana tersebut menunjukkan permainan yang lebih hidup dibanding musim sebelumnya, dengan hampir semua lini—belakang, tengah, dan depan—bergerak aktif.

Optimisme itu juga dirasakan saat acara Nonton Bareng (Nobar) di Cafe Eat And Out, Kotaraja, yang dihadiri puluhan suporter Persipura.

“Ini awal kerinduan masyarakat Papua terhadap skuad Persipura. Mereka menantikan tim inti di bawah Pelatih Ricardo Salampessy tampil kembali dengan permainan indah seperti dulu,” tambahnya.

BDC kini fokus melakukan konsolidasi internal di berbagai basis komunitas, mulai dari asrama mahasiswa hingga per wilayah distrik di Kota Jayapura dan Kabupaten Sentani.

Konsolidasi ini bertujuan menggalang dukungan penuh pada laga kandang Persipura Jayapura kontra PSIS Semarang di Stadion Papua Bangkit, Sentani, 20 September 2025 mendatang.

“Laga nanti harus menjadi saksi sejarah. Atmosfir pertandingan butuh dukungan penuh, agar pemain berjuang sampai akhir demi meraih kemenangan. Kita harus padati Stadion Papua Bangkit dengan warna merah-hitam,” tegas Jansen.

Ia juga mengajak masyarakat dari wilayah adat Tabi—Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kota Jayapura—untuk hadir langsung memberi dukungan.

“Persipura harus bangkit, karena liga 2 bukan tempat kita. Kita adalah tim Jenderal Bintang Empat, penguasa lapangan dengan sepakbola indah atau jogo bonito. Hanya kemenangan yang akan membawa kita kembali ke Liga 1,” pungkas Jansen. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *