banner 728x250

Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura Serahkan Dua Ekor Sapi Kurban kepada USTJ

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua, Dr. M. Rusdianto Abu, SAP, MSi menyerahkan hewan kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah kepada Wakil Rektor III USTJ Bonefasius Bao, SIP, MA, didampingi Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM) USTJ, Dr. Sarifuddin, SE, MSi di Halaman Rektorat USTJ, Jayapura, Kamis (28/5/2026). (Foto: USTJ)
banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Makawaru da Cunha  I

CITRAPAPUA.COM—JAYAPURA—Pemerintah Provinsi Papua (Pemprov) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menyerahkan dua ekor sapi kurban kepada Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

banner 325x300

Bantuan hewan kurban dari Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, SIK, SH, MH dan Walikota Jayapura Dr. Abisai Rollo, SSos, MSi, diserahkan secara simbolis oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua, Dr.  M. Rusdianto Abu, SAP, MSi kepada Wakil Rektor III USTJ Bonefasius Bao, SIP, MA, didampingi Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM) USTJ, Dr. Sarifuddin, SE, MSi di Halaman Rektorat USTJ, Kota Jayapura, Kamis (28/5/2026).

Selain dua ekor sapi bantuan pemerintah, dua ekor sapi lainnya berasal dari sumbangan dosen USTJ sehingga total hewan kurban yang disembelih tahun ini mencapai empat ekor sapi.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua, Dr. M. Rusdianto Abu, SAP, MSi menyerahkan daging kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah kepada perwakilan dosen di Halaman Rektorat USTJ, Jayapura, Kamis (28/5/2026). (Foto: Citra Papua.com/Makawaru da Cunha)

Kurban untuk Memperkuat Tali Asih dan Moderasi Beragama

Kepala BPKAD Papua, M Rusdianto Abu, menyampaikan apresiasi kepada USTJ yang dinilai berhasil membangun semangat kebersamaan dan toleransi melalui momentum kurban.

Ia berharap daging kurban tidak hanya dibagikan kepada umat Muslim, tetapi juga kepada dosen, mahasiswa, serta masyarakat lintas agama yang tinggal di sekitar kampus.

“Kami berharap bantuan hewan kurban ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat di sekitar kampus. Hewan kurban ini tidak hanya diberikan kepada saudara-saudari kita yang Muslim, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali asih dan berbagi kasih kepada saudara-saudari non-Muslim,” ujar Rusdianto.

Menurut dia, praktik berbagi kurban kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama merupakan cerminan kehidupan sosial yang khas di Papua.

“Ini saya pikir unik dan mungkin hanya ada di Tanah Papua. USTJ harus menjadi role model bagaimana melalui kurban kita dapat membangun tali asih dengan masyarakat yang ada di sekitar kampus,” katanya.

Rusdianto menambahkan, USTJ selama ini telah banyak melahirkan sumber daya manusia yang berkontribusi dalam pembangunan Papua. Karena itu, pemerintah berharap nilai-nilai moderasi dan kebersamaan yang ditunjukkan USTJ dapat menjadi contoh bagi kampus-kampus lain di Tanah Papua.

“Kita berharap semua kampus dapat menjadi ruang moderasi keberagaman di Papua. USTJ hari ini tampil memberikan ruang-ruang moderasi agar Papua ke depan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.


Wakil Rektor III USTJ Bonefasius Bao, SIP, MA, menyerahkan daging kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah kepada perwakilan mahasiswa di Halaman Rektorat USTJ, Jayapura, Kamis (28/5/2026). (Foto: Citra Papua.com/Makawaru da Cunha)

 USTJ Apresiasi Dukungan Pemerintah

Wakil Rektor III USTJ, Bonefasius Bao, menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada civitas akademika USTJ.

Menurut dia, bantuan tersebut tidak hanya memiliki makna sosial dan keagamaan, tetapi juga memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia Papua.

“Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura yang telah menyumbangkan hewan kurban untuk civitas akademika USTJ. Semoga bantuan ini semakin memperkuat kerja sama dalam membangun moderasi kehidupan beragama di Papua,” kata Bonefasius.

Ia menilai pengembangan sumber daya manusia Papua menjadi agenda penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kami berharap Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura terus membangun komitmen bersama perguruan tinggi untuk menghasilkan SDM Papua yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Bonefasius juga menegaskan bahwa keberagaman yang hidup di lingkungan kampus USTJ merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.

“USTJ adalah kampus yang plural dan majemuk. Kita hidup berdampingan satu dengan yang lain sebagai sebuah anugerah yang indah. Karena itu, kehidupan moderasi di Papua harus terus kita jaga untuk mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, dan harmonis,” katanya.

Menurut dia, pembagian daging kurban kepada masyarakat sekitar kampus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang memperkuat hubungan antara kampus dan lingkungan sekitarnya


Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua, Dr. M. Rusdianto Abu, SAP, MSi didampingi Wakil Rektor III USTJ Bonefasius Bao, SIP, MA, Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM) USTJ, Dr. Sarifuddin, SE, MSi, perwakilan dosen, perwakilan mahasiswa dan perwakilan warga berpose bersama, usai makan bersama dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Halaman Rektorat USTJ, Jayapura, Kamis (28/5/2026). (Foto: USTJ)

FKMM: Momentum Bersejarah bagi Civitas Akademika

Ketua FKMM USTJ, Sarifuddin, mengatakan bantuan dua ekor sapi dari Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura merupakan kali pertama diterima civitas akademika USTJ melalui FKMM.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura. Ini baru pertama kali kami menerima bantuan hewan kurban dari pemerintah daerah dengan jumlah yang cukup besar,” ujar Sarifuddin.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa USTJ berasal dari berbagai latar belakang agama sehingga momentum kurban menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan kampus.

“Mahasiswa di USTJ sangat pluralistik, ada Islam, Katolik, Protestan, dan agama lainnya. Melalui momentum ini kita satukan semua. Ini menjadi momen yang sangat bersejarah bagi USTJ,” katanya.

Sarifuddin menilai kegiatan kurban juga memberikan nilai edukasi yang penting bagi mahasiswa, terutama dalam membangun silaturahmi, kepedulian sosial, dan semangat berbagi.

“Ini menjadi edukasi yang luar biasa, bukan hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga bagaimana membangun silaturahmi, kebersamaan, dan tali asih. Selama ini, baru pertama kali kami merasakan momentum seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembagian daging kurban dilakukan melalui sistem kupon dan menyasar dosen, mahasiswa, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kampus.

“Kami ingin semua pihak merasakan manfaatnya, baik dosen, mahasiswa, maupun masyarakat sekitar kampus karena mereka juga menjadi bagian yang mendukung proses pendidikan di USTJ,” katanya.

Usai penyerahan simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban, pembagian daging kurban kepada penerima manfaat, serta makan bersama yang dihadiri dosen, mahasiswa, dan warga di sekitar kampus USTJ. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *