Oleh: Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA—Legenda Persipura Jayapura, Metu Dwaramury, wafat pada Selasa malam (27/1/2026) di Jayapura, Papua, dalam usia 67 tahun. Kepergian mantan pemain nasional sekaligus mantan asisten pelatih Persipura tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar sepak bola Papua.
Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok yang dinilai memiliki jasa besar dalam perjalanan Persipura, baik sebagai pemain maupun pelatih.
“Kami kehilangan figur berdedikasi yang turut membentuk karakter dan prestasi banyak pemain muda Papua. Almarhum adalah teladan pengabdian dan disiplin,” ujar Jansen di Jayapura, Rabu (28/1/2026).
Metu Dwaramury dikenal mengabdikan sebagian besar perjalanan karier sepak bolanya untuk Persipura Jayapura. Selain pernah memperkuat tim nasional Indonesia pada masanya, ia juga berperan penting di jajaran kepelatihan Persipura dalam berbagai periode kompetisi nasional.
BDC Persipura 1963 berharap nilai pengabdian, kedisiplinan, serta kecintaan Metu Dwaramury terhadap sepak bola Papua dapat terus diwariskan kepada generasi penerus, khususnya pemain muda Persipura.
Metu Dwaramury lahir di Pulau Doom, Sorong, Papua Barat Daya, pada 25 Maret 1958. Ia memulai karier sepak bolanya dari level yunior Persipura sebelum menjadi gelandang kiri andalan klub tersebut pada akhir era 1970-an.
Sebagai pemain, Metu turut mengantarkan Persipura Jayapura menjuarai Perserikatan 1979 dan promosi ke Divisi Utama. Pada periode tersebut, ia juga sempat memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam sejumlah turnamen internasional.
Setelah pensiun sebagai pemain, Metu melanjutkan pengabdiannya sebagai asisten pelatih Persipura Jayapura sejak 2002. Ia mendampingi sejumlah pelatih kepala dan berkontribusi dalam berbagai gelar klub di era Liga Indonesia dan Liga Super Indonesia. Pada 2017, ia sempat dipercaya menjadi pelatih interim Persipura bersama Alan Haviludin.
Kepergian Metu Dwaramury mengejutkan komunitas sepak bola Papua dan nasional, mengingat dedikasi panjangnya bagi Persipura Jayapura serta perkembangan sepak bola Indonesia.


















