Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM, SIDOARJO—Deltras Sidoarjo berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan Persipura Jayapura dengan skor 2-0 dalam lanjutan kompetisi Championship Liga 2 Musim 2025/2026, yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/10/2025) malam.
Meski demikian, Ketua Black Danger Community Persipura 1963,Jansen Previdea Kareth, menyoroti keputusan wasit Rihendra Purba yang memberikan kartu merah kepada bek Persipura Artur Viera.
Ia menilai keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Namun, Jansen menegaskan bahwa kekalahan tersebut tak boleh memecah semangat dan kebersamaan antarsuporter maupun antaranggota tim.
“Kami, suporter Persipura, belum sepenuhnya menerima kekalahan itu. Tapi kami tetap menjaga persaudaraan dan berdiri bersama untuk mendorong perubahan positif bagi dinamika sepak bola nasional,” ujar Jansen melalui siaran pers, Minggu (12/10/2025).
Ia juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dalam setiap pertandingan. Menurutnya, dalam komunitas suporter, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun kepentingan tim harus tetap menjadi prioritas utama.
“Dalam dinamika kelompok suporter, pro dan kontra pasti ada. Namun kepentingan tim jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi,” tegasnya.
Terkait regulasi PSSI yang melarang suporter tim tamu menampilkan kreativitas seperti nyanyian dan koreografi di stadion lawan, Jansen menilai aturan itu tidak akan memadamkan semangat persaudaraan antarsuporter di Tanah Air.
“Bagi kami, perbedaan adalah kekuatan yang harus dijaga. Pimpinan suporter harus menjadi mercusuar terang dan membawa obor perubahan bagi sepak bola Tanah Air,” katanya.
Selain itu, Jansen juga mengapresiasi sikap sportivitas suporter Delta Mania, khususnya Ketua Umum Firdaus dan Capo Fadli, yang menyempatkan diri mengunjungi suporter Persipura di Fave Hotel Sidoarjo usai pertandingan.
“Kehadiran mereka memberi semangat dan motivasi positif bagi kebangkitan tim Persipura. Tidak ada yang lebih penting dari persaudaraan di luar lapangan. Esensi kemanusiaan adalah saling peduli, karena itu indah di mata Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Jansen.
Dengan hasil ini, Persipura Jayapura bertekad untuk bangkit pada laga-laga berikutnya, baik kandang maupun tandang, sambil terus menjaga semangat sportivitas dan persaudaraan yang menjadi ciri khas suporter Papua di kancah sepak bola nasional. **


















