Oleh: Simon P. Bame (*)
KOMITE Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan organisasi pemuda/i nasional yang memiliki peran dalam menyiapkan kader-kader terbaik Bangsa untuk menjadi pemimpin.
Selain itu, KNPI bertujuan untuk meningkatkan peran dan kontribusi pemuda dalam pembangunan nasional.
KNPI memiliki fokus pada pengembangan kepemimpinan, pendidikan, dan partisipasi pemuda dalam berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Organisasi ini juga berperan dalam mengadvokasi hak-hak pemuda dan meningkatkan kesadaran pemuda tentang isu-isu nasional dan global.
KNPI memiliki peran penting dalam menyiapkan kader-kader terbaik bangsa untuk menjadi pemimpin.
KNPI Kota Jayapura belum memiliki kepengurusan defenitif sejak tahun 2015, setelah kepemimpinan Bung Max Olua.
Karateker terus berganti, namun belum mampu melaksanakan Musda. Namun Pada tahun 2022 di Hotel Sahid Entrop (Kini Grand Tabi Hotel) telah dilakukan Musda dan kedua kubu bersekapat bersatu. Itu ditandai dengan penandatanganan fakta integritas dari kedua belah pihak dan pimpinan OKP/I se-Kota Jayapura. Bung Thom Rumbewas sebagai ketua terpilih pada forum itu.
Menurut penulis, seharusnya itu berakhir tapi masih ada klaim-klaim, sehingga Bapak Walikota Jayapura Abisai Rollo turun tangan menyatukan pada awal kepemimpinannya.
Pemuda/i Kota Jayapura perlu bertanya apakah KNPI memiliki semangat kepemudaan ataukah hanya dijadikan alat kelompok tertentu untuk mengamankan kepentingan dan ataukah orientasi lain?
Awal kepemimpinan Bapak Abisai Rollo Walikota Jayapura, KNPI yang sebelumnya ada dua kubu kini menyatu dengan harapan bahwa KNPI Kota Jayapura akan memiliki Ketua melalui forum resmi. Namun, kenyataannya tidak sesuai harapan.
Pesan Bapak Walikota Jayapura tentang pentingnya persatuan pemuda sangat tepat, “Puji Tuhan, sekarang kepengurusan KNPI Kota Jayapura sudah tidak ada dualisme lagi, dua kubu ini sudah bersatu,”ucap Abisai Rollo (Baca: Cepos Online).
Pemuda/i Kota Jayapura harus bersatu dan tidak ada lagi kubu-kubu, karena pemuda memiliki pengaruh besar dalam pembangunan bangsa termasuk Kota Jayapura. Sejalan dengan pesan Bung Karno berikan aku 10 pemuda, ku akan guncangkan dunia.
Saran penulis sebagai berikut. Pertama, dua kubu harus duduk bersama mencari solusi dan difasilitasi Pemerintah Kota Jayapura.
Kedua, kedua kubu wajib menyertakan legalitas Organisasi. Ketiga, tidak ada istilah KNPI versi A & B di Kota Jayapura.
Sekian! Wanimabe!
Salam dari Negeri Ujung Timur Matahari Terbit.
@sorotan
(*) Ketua Pemuda Katolik Kota Jayapura


















