Oleh: Pdt. Dorman Wandikbo (*)
CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA—Gereja adalah Benteng terakhir untuk orang asli Papua karena Gerejalah yang menyatuhkan kita, membaptis kita, mengajar kita, menikakan kita, mengajar bahasa kasih, mengajar kita untuk mengampuni dan memaafkan.
Namun ketika senjata datang di Wasior berdarah, Wamena berdarah, Paniai berdarah, Nduga, Intan Jaya, Maifrat, Yahukimo, Puncak Jaya, Tolikara, Pengunungan Bintang.
Dan banyak tempat lain pengungsi, mati di hutan, anak lahir di hutan, pendidikan masa depan anak Papua putus, masyarakat sipil dibunuh, Pastor, Pendeta di bunuh, aktifis kemanusiaan di penjarakan, pelayanan misi di batasi sebelumnya dan sesudahnya namun banyak pemimpin Gereja diam.
Maka saya bertanya dengan hati yang berat, tapi sebagai orang yang dibesarkan oleh Injil, apa arti kemerdekaan sebenarnya bagi gereja di tanah Papua?
Apakah itu hanya kata politik jadi harus menjauhi? atau Gereja hanya urusan sorga jadi kita tdk boleh menyuarakan ?
Apakah diamnya gereja adalah pilihan untuk damai ?
Atau karena takut kehilangan nyawa, jabatan, uang, atau apa !
Jika gereja dipanggil menjadi tiang dan pagar kebenaran, Keadilan dan Kemanusiaan, bisakah gereja tetap memilih diam, ketika kebenaran sedang dikubur di depan mata kita ?
Gereja mula-mula menghadapi kekuasaan Pemerintahan Romawi sangat kejam.
Umat Kristen tidak punya tentara. Mereka hanya mempunyai keyakinan bahwa Kristus datang bukan untuk mencuri dan membinasakan tapi Kritus datang supaya mereka mempunyai hidup dan dalam kepala kelimpahan (Yohanes 10:10).
Saya tidak meminta gereja menjadi partai politik tapi Saya hanya bertanya apakah kita masih percaya bahwa kebenaran dan keadilan adalah milik Tuhan.
Ini bukan serangan.
Ini pertanyaan yang saya selalu bawa setiap hari dalam doa saya.
Saya menyampaikan terima kasih kepada Gereja Baptis West Papua kepemimpinan Bpk Gembala Dr Sokrates S. Yoman, MA, Presiden Baptis West Papua sangat paham sejarah bangsa Papua dan berjalan bersama umat Tuhan untuk berjuang.
Akhirnya saya ucapkan selamat Ulang Tahun Gereja Baptis West Papua yang ke-70. Tuhan kawal Gereja-Nya . “IMANUEL”. **
(*) Ketua Dewan Pertimbangan Gereja Injili di Indonesia (GIDI)


















