banner 728x250

Jansen Kareth: Persipura Wajib Sapu Bersih Enam Laga

Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth. (Foto: Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Makawaru da Cunha  I

CITRA PAPUA.COM—KOTA JAYAPURA—Di ujung musim, enam laga tersisa menjadi batas harapan bagi Persipura Jayapura—kewajiban menyapu bersih kemenangan demi kembali ke Liga 1 sekaligus menjaga harga diri Papua.

banner 325x300

Seruan itu disampaikan Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth, agar Persipura segera bangkit di putaran ketiga Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026)fase yang disebutnya sebagai penentuan arah pulang Persipura.

Bagi masyarakat Papua, Persipura bukan sekadar klub. Ia adalah simbol yang merawat identitas dan harga diri. Kerinduan itu mengalir dari Sorong hingga Samarai: melihat Mutiara Hitam kembali ke tempat yang semestinya.

Enam laga tersisa menjadi rangkaian final. Persipura mengawalinya saat menjamu Deltras FC di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (28/3/2026) petang.

Selanjutnya, Persipura bertandang ke markas Persiba Balikpapan (4 April 2026), menjamu Persela Lamongan (11 April 2026), menghadapi PSIS Semarang (18 April 2026), melawat ke Persipal FC (26 April 2026), dan menutup musim melawan Persiku Kudus (2 Mei 2026).

“Persipura adalah jenderal lapangan bintang empat di kancah sepak bola nasional,” kata Jansen melalui Siaran Pers, Sabtu (28/3/2026).

Empat musim berada di Liga 2 sejak terdegradasi pada 2022/2023 dinilai bukan tempat yang layak bagi tim sebesar Persipura.

Ia mengutip pula pandangan Manajer Persipura, Owen Rahadian, bahwa bagi orang Papua, setelah Tuhan, Persipura menjadi kepercayaan kedua—ikatan yang melampaui sekadar pertandingan.

Karena itu, tegas Jansen, dukungan tak boleh surut. Pemain dan suporter disebut sebagai satu tubuh yang tak terpisahkan. Euforia mulai terasa dari Keerom, Jayapura, hingga Sarmi, mengalir menuju stadion, mengajak publik mengenakan merah-hitam dan memenuhi tribun.

“Kami berjuang dari tribun, dan tim lawan tidak boleh menang di kandang kami. Satu tekad, satu tujuan: Persipura,” ujarnya.

Namun jalan itu tidak ringan. Laga melawan Deltras diprediksi berimbang. Catatan pertemuan menunjukkan Persipura kuat di kandang, sementara Deltras tangguh di markasnya, dengan sejumlah duel berakhir imbang.

Di sisi lain, Persipura datang dengan beban dua kekalahan beruntun di laga tandang. Posisi pun melorot dari tiga besar ke peringkat keempat dengan 40 poin. Di titik inilah, enam laga terakhir menjadi penentuan—antara kembali ke jalur pulang atau semakin menjauh dari rumahnya sendiri. **

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *