Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM, KOTA JAYAPURA—Pergantian Head Coach Persipura Jayapura dari Ricardo Salampessy ke Rahmad Darmawan, pasca kekalahan dari Deltras Sidoarjo pada laga lanjutan Championship Liga 2 2025/2026 di Stadion Gelora Delta, Sabtu (11/10/2025), mendapat tanggapan tegas dari Ketua Black Danger Community Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth.
Jansen menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan manajemen mengganti pelatih demi memulihkan performa dan mengembalikan Persipura ke Liga 1. “Langkah ini sudah tepat. Yang utama adalah masa depan Persipura kembali ke tempatnya, di kasta tertinggi sepak bola nasional,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (14/10/2025).
Meski mendukung, Jansen menilai pergantian pelatih harus dilakukan dengan cara yang lebih terbuka dan berlandaskan mekanisme rapat resmi. Ia menekankan pentingnya proses yang transparan, agar tak memunculkan polemik di kalangan publik maupun suporter. “Jika keputusan diambil melalui rapat resmi, hasilnya pasti lebih bijaksana dan elegan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan manajemen tetap menjunjung asas kemanusiaan dan keterbukaan. Menurutnya, pergantian pelatih di tengah musim berisiko mengganggu psikologi pemain dan harmoni tim yang sudah terbentuk. “Kalau tidak dikelola dengan baik, pergantian ini bisa memecah fokus tim menghadapi 22 laga tersisa,” ujarnya.
Jansen menilai komunikasi antara manajemen, pelatih, dan pemain harus diperkuat agar setiap keputusan strategis didasari kesepahaman bersama. Ia menekankan, musyawarah dan mufakat merupakan kunci menjaga semangat kolektif tim menuju target promosi ke Liga 1.
Menanggapi polemik di media sosial, Jansen meminta netizen berhenti mencari siapa yang salah dan benar. Ia menegaskan, baik Ricardo Salampessy maupun Rahmad Darmawan sama-sama memiliki kontribusi besar bagi sepak bola Papua. “Keduanya telah berjuang untuk Persipura. Mari kita fokus mendukung, bukan menghakimi,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar publik menilai situasi dengan rasional, bukan emosional. “Setiap kebijakan pasti ada niat baiknya untuk kejayaan Persipura,” ujarnya.
Jansen menegaskan komitmen Black Danger Community untuk terus mendukung langkah manajemen demi kemajuan tim kebanggaan Papua tersebut. “Apapun keputusannya, kalau untuk kebaikan Persipura, kami tetap hormati dan dukung. Persipura adalah kebanggaan orang Papua sejak 1963. Haleluya, Amin,” pungkasnya. **


















