banner 728x250

PGI Desak Penghentian Kekerasan di Papua, Kutuk Pembunuhan Warga Sipil dan Pembakaran Pesawat AMA

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Makawaru da Cunha

CITRA PAPUA.COM—Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mendesak seluruh pihak segera menghentikan kekerasan di Tanah Papua setelah eskalasi konflik bersenjata dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Yahukimo menewaskan warga sipil, tokoh gereja, aparat keamanan, hingga seorang pilot pesawat sipil.

banner 325x300

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Biro Papua PGI, Pdt. Ronald Rischard Tapilatu, dalam siaran pers yang diterima CitraPapua.com, Sabtu (4/7/2026).

PGI menilai rangkaian kekerasan yang terus berulang telah melukai martabat kemanusiaan dan menunjukkan bahwa pendekatan kekerasan belum mampu menghadirkan penyelesaian yang adil dan damai bagi masyarakat Papua.

PGI mencatat sejumlah korban jiwa dalam rangkaian konflik tersebut, yakni Pdt. Elianus Agimbau, gembala jemaat GKII, Melkiana Duwitau yang tengah mengandung delapan bulan beserta bayi yang dikandungnya, Okto Tigau, warga sipil yang ditemukan meninggal dunia dengan dugaan mengalami penyiksaan, lima luka tembak di dada, serta mutilasi pada bagian telinga. Selain itu, seorang prajurit TNI, Praka Bayu Oktara, juga gugur dalam konflik, sementara ribuan warga sipil terpaksa mengungsi akibat memburuknya situasi keamanan.

Salah satu peristiwa yang turut menjadi perhatian PGI adalah penyerangan disertai pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7/ 2026). Insiden tersebut mengakibatkan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin, meninggal dunia akibat luka tembak.

“Setiap nyawa yang hilang adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang menyedihkan. Ketika seorang pendeta, ibu hamil bersama bayinya, warga sipil, pilot pesawat maupun aparat negara menjadi korban, yang terluka bukan hanya keluarga mereka, melainkan juga harkat dan martabat kemanusiaan kita bersama,” kata Pdt. Ronald Rischard Tapilatu.

Menurut PGI, apa pun kepentingan maupun alasan yang melatarbelakangi konflik, baik politik maupun keamanan, menghilangkan nyawa manusia yang tidak bersalah tidak dapat dibenarkan.

PGI mengecam keras segala bentuk pembunuhan, penyiksaan, mutilasi, dan serangan bersenjata yang menimbulkan korban jiwa, termasuk penyerangan terhadap pesawat sipil dan warga yang tidak bersenjata. Organisasi gereja tersebut juga mendesak seluruh pihak yang bertikai menghentikan kekerasan serta menempatkan keselamatan warga sipil sebagai prioritas utama.

Selain itu, PGI kembali mendorong pemerintah mewujudkan dialog damai yang selama ini disuarakan gereja, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat sipil sebagai jalan penyelesaian konflik Papua. PGI juga meminta pemerintah mengusut seluruh rangkaian peristiwa secara independen, transparan, dan tidak memihak, serta memberikan sanksi tegas kepada setiap pelaku yang terbukti bersalah. Panglima TNI dan Kapolri juga diminta menindak aparat yang diduga melakukan pelanggaran hukum maupun hak asasi manusia (HAM) sesuai ketentuan yang berlaku.

Menutup pernyataannya, PGI menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan berharap penyelesaian konflik di Papua ditempuh melalui dialog yang bermartabat.

PGI menegaskan bahwa penghormatan terhadap martabat manusia, perlindungan warga sipil, dan penghentian kekerasan harus menjadi landasan utama dalam membangun perdamaian di Tanah Papua. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *