Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM—KOTA JAYAPURA—Kemenangan tim kebanggaan orang Papua, Persipura Jayapura, atas Barito Putra FC pada pekan ketujuh lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 Grup B Wilayah Timur, di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Sabtu (25/10/2025), menjadi lebih dari sekadar hasil pertandingan.
Diketahui, Mutiara Hitam sukses memetik 3 poin penuh, setelah mengalahkan Barito Putra FC dengan skor tipis 1-0 melalui gol cepat Febrianto Uopmabin pada menit ke-6.
Hari itu bertepatan dengan peringatan 1 abad (1925–2025) turunnya terang peradaban melalui Misionaris Izaak Samuel Kijne di Bukit Aitumeri, Wondama tempat lahirnya nubuatan dan fondasi rohani bagi bangsa Papua.
Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth, menilai kemenangan tersebut bukan semata hasil kerja keras di lapangan, tapi juga tanda berkat dan penggenapan nubuatan.
“Bagi saya, kemenangan Persipura Jayapura hari ini di Stadion Lukas Enembe merupakan tanggal rahmat dan berkat atas janji serta nubuatan Tuhan bagi seluruh masyarakat Papua,” ujarnya penuh makna.
Menurut Jansen, momen kemenangan ini selaras dengan pesan rohani Izaak Samuel Kijne, yang meletakkan dasar iman, ilmu, dan peradaban di atas batu Aitumeri.
“Kijne menubuatkan bahwa dari batu itu akan lahir peradaban bagi bangsa Papua. Dan hari ini, melalui kemenangan Persipura, kita melihat bahwa berkat itu masih nyata dalam perjalanan bangsa ini,” katanya.
Atmosfer di Stadion Lukas Enembe terasa sarat semangat dan iman. Ribuan pendukung Persipura, termasuk komunitas BDC Persipura 1963, memberikan dukungan luar biasa. Mereka menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain dan tim pelatih, terutama karena kemenangan diraih meski tanpa empat pemain bintang: Artur Vieira, Takuya Matsunaga, Matheus da Silva, dan Ramai Rumakiek.
“Tanpa empat pemain bintang, tapi kekompakan dan ritme permainan tetap solid. Coach Rahmad Darmawan (RD) berhasil membangun kerangka tim yang mengingatkan kami pada Persipura 2005,” tutur Jansen.
Ia menegaskan, kemenangan ini penting untuk menjaga posisi Persipura di klasemen Grup B serta menjadi dorongan untuk terus berjuang menuju Liga 1.
“Hari ini kami bisa tidur nyenyak. Tapi perjuangan belum selesai. Kami ingin Persipura kembali ke kasta tertinggi,” tegasnya.
Bagi masyarakat Papua, 25 Oktober 2025 bukan hanya hari kemenangan di lapangan, melainkan juga hari perenungan iman dan sejarah. Seabad lalu, Kijne menanamkan benih ilmu dan firman di tanah Papua. Kini, di hari yang sama, Persipura Jayapura menyalakan kembali api kebangkitan, semangat, dan harga diri bangsa Papua.
Dalam renungan hari itu, gema pesan abadi Izaak Samuel Kijne kembali hidup di hati orang Papua:
“Di atas batu ini aku meletakkan peradaban bagi bangsamu. Sekalipun orang lain datang untuk meruntuhkannya, Engkau akan menjaga dan memeliharanya. Engkau tidak akan binasa oleh waktu.”
Dan di bawah cahaya Stadion Lukas Enembe malam itu, Persipura Jayapura menjawab pesan itu dengan semangat, dengan kemenangan, dan dengan iman yang tak pernah padam. **


















