Oleh: Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA—Tokoh muda Papua Barat di Jayapura, Jansen Previdea Kareth, meminta Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, tidak menghindari mama-mama Papua yang menggelar aksi damai di Kota Sorong. Menurutnya, dialog langsung merupakan jalan terbaik untuk mendengar aspirasi masyarakat dan mencegah ketegangan.
Ratusan mama-mama pedagang Orang Asli Papua (OAP) dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan, dan Raja Ampat menggelar aksi damai sejak Rabu (1/7/2026). Mereka berkumpul di Taman Deo sebelum berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya sambil membawa poster tuntutan pembangunan pasar melalui Dana Otsus Papua, penolakan PSN, dan penolakan militerisme di Papua.
Elisa Kambu Diminta Temui Mama-Mama Papua
Jansen menilai penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara sehingga pemerintah daerah perlu membuka ruang dialog.
“Ini negara demokrasi. Aspirasi masyarakat harus diterima. Gubernur jangan menghindar. Datang, duduk bersama mama-mama Papua, dan dengarkan tuntutan mereka,” kata Jansen melalui Siaran Pers, Jumat (3/7/2026).
Dialog Dinilai Jalan Terbaik
Menurut Jansen, dialog lebih baik daripada membiarkan situasi berlarut-larut. Ia berharap aksi damai tidak berujung benturan antara aparat keamanan dan masyarakat.
“Saya tidak menghendaki aksi damai ini berakhir dengan air mata. Semakin lama dialog ditunda, potensi konflik dapat semakin besar,” ujarnya.
Mama-Mama Papua Tagih Janji Pasar
Jansen mengatakan salah satu tuntutan utama adalah realisasi pembangunan pasar bagi mama-mama Papua melalui Dana Otsus untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang.
Selain meminta pemerintah provinsi membuka dialog, Jansen juga mendorong DPR Papua Barat Daya dan MRP Papua Barat Daya mengawal aspirasi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Gubernur Papua Barat Daya maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya belum memberikan tanggapan atas aksi tersebut maupun pernyataan Jansen Previdea Kareth. **


















