banner 728x250

Jansen Kareth: Elisa Kambu Jangan Menghindar, Temui Mama-Mama Papua

Jansen Previdea Kareth, tokoh muda Papua Barat di Jayapura, meminta Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, segera menemui mama-mama Papua yang menggelar aksi damai di Kota Sorong untuk mendengarkan aspirasi mereka secara langsung. (Foto: Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Makawaru da Cunha

CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA—Tokoh muda Papua Barat di Jayapura, Jansen Previdea Kareth, meminta Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, tidak menghindari mama-mama Papua yang menggelar aksi damai di Kota Sorong. Menurutnya, dialog langsung merupakan jalan terbaik untuk mendengar aspirasi masyarakat dan mencegah ketegangan.

banner 325x300

Ratusan mama-mama pedagang Orang Asli Papua (OAP) dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan, dan Raja Ampat menggelar aksi damai sejak Rabu (1/7/2026). Mereka berkumpul di Taman Deo sebelum berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya sambil membawa poster tuntutan pembangunan pasar melalui Dana Otsus Papua, penolakan PSN, dan penolakan militerisme di Papua.

Elisa Kambu Diminta Temui Mama-Mama Papua

Jansen menilai penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara sehingga pemerintah daerah perlu membuka ruang dialog.

“Ini negara demokrasi. Aspirasi masyarakat harus diterima. Gubernur jangan menghindar. Datang, duduk bersama mama-mama Papua, dan dengarkan tuntutan mereka,” kata Jansen melalui Siaran Pers, Jumat (3/7/2026).

Dialog Dinilai Jalan Terbaik

Menurut Jansen, dialog lebih baik daripada membiarkan situasi berlarut-larut. Ia berharap aksi damai tidak berujung benturan antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Saya tidak menghendaki aksi damai ini berakhir dengan air mata. Semakin lama dialog ditunda, potensi konflik dapat semakin besar,” ujarnya.

Mama-Mama Papua Tagih Janji Pasar

Jansen mengatakan salah satu tuntutan utama adalah realisasi pembangunan pasar bagi mama-mama Papua melalui Dana Otsus untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

Selain meminta pemerintah provinsi membuka dialog, Jansen juga mendorong DPR Papua Barat Daya dan MRP Papua Barat Daya mengawal aspirasi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Gubernur Papua Barat Daya maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya belum memberikan tanggapan atas aksi tersebut maupun pernyataan Jansen Previdea Kareth. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *