Oleh: Makawaru da Cunha I
CITRA PAPUA.COM, JAYAPURA—Tinju di Kepulauan Yapen pernah sunyi—tanpa ring yang hidup, tanpa sorak penonton, tanpa arah pembinaan. Dalam waktu yang cukup lama, olahraga “adu jotos” itu seperti tenggelam, nyaris hilang dari ingatan.
Namun bagi Yacob Michael Tapat Keding (50), sunyi itu bukan akhir.
“Tinju di Yapen sempat tenggelam. Kini kami mulai bangkit lagi,” ujarnya usai penutupan Kejurda Pace Boxing Cup I Piala Gubernur Papua 2026 di GOR Cenderawasih, APO, Kota Jayapura, Sabtu (4/4/2026) malam.
Yacob kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Pengkab Pertina Kepulauan Yapen. Di saat yang sama, ia juga anggota DPRK Kepulauan Yapen periode 2024–2029 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Serui. Dari tiga dunia yang berbeda—olahraga, politik, dan pelabuhan—ia merajut satu tujuan yang sama: menghidupkan kembali tinju di tanahnya.

Awal dari Dunia Tinju
Perjalanan itu bermula dari masa kecil. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Yacob mulai mengenal tinju—bukan dari fasilitas lengkap, melainkan dari lingkungan yang keras.
“Saya mulai tinju sejak SD. Dari situ saya tertarik dan mulai latihan,” katanya.
Ketertarikan itu tumbuh menjadi keseriusan. Sejak akhir 1980-an, ia aktif bertanding. Di kelas layang ringan/45 kilogram, ia meraih medali emas tingkat daerah—sebuah pencapaian yang menanamkan keyakinan bahwa kerja keras selalu menemukan jalannya.
Namun waktu membawa perubahan. Ring perlahan ditinggalkan, dan hidup menuntunnya ke arah lain.
Ditempa dari Pelabuhan
Pelabuhan Serui menjadi tempat Yacob belajar tentang kerasnya kehidupan. Ia memulai sebagai tenaga bongkar muat—pekerjaan yang menuntut tenaga dan ketahanan.
“Saya mulai dari bawah. Semua untuk keluarga,” ujarnya.
Hari demi hari, ia mengangkat beban. Tapi tanpa ia sadari, ia juga sedang membangun sesuatu yang lebih besar: kepercayaan. Dari pekerja lapangan, ia dipercaya menjadi mandor, kepala operasional, hingga akhirnya menjabat Ketua TKBM Pelabuhan Serui.
Dari pelabuhan itu, jalan hidupnya perlahan berubah—membawanya melangkah ke ruang yang lebih luas.
Masuk ke Dunia Politik
Kepercayaan yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari menjadi pintu masuk Yacob ke dunia politik. Pada Pemilu 2024, ia maju dari Daerah Pemilihan Yapen Selatan—wilayah yang dikenal berat dalam persaingan.
Ia datang tanpa kekuatan modal besar.
“Saya tak punya banyak modal, tapi saya percaya pada dukungan masyarakat,” katanya.
Sebanyak 1.805 suara mengantarnya ke DPRK Kepulauan Yapen. Kini, ia bertugas di Komisi C dan Badan Anggaran, serta menjabat Ketua Fraksi Arah Baru.
Namun di tengah capaian itu, ada satu hal yang terus ia ingat: tinju yang pernah membesarkannya.

Jabat tangan antara Yacob Michael Tapat Keding dan petinju Jaques dari Waropen menjadi simbol sportivitas dalam Kejurda Pace Boxing Cup I di Jayapura. (Foto: CitraPapua.com/Makawaru da Cunha)
Menghidupkan yang Pernah Padam
Alumni SMAN 2 Serui ini menuturkan, tinju di Yapen bukan sekadar olahraga bagi Yacob. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup yang pernah memberinya arah. Karena itu, ketika olahraga ini meredup akibat konflik internal dan sanksi organisasi, ia merasa ada yang hilang. Ia memilih kembali.
ia mulai merintis dari awal—menghubungkan kembali pembinaan yang sempat terputus.
Hasilnya mulai terlihat. Dalam Kejurda Pace Boxing Cup I Piala Gubernur Papua 2026, kontingen Yapen meraih satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu.
“Ini langkah awal. Kami bersyukur bisa kembali ikut dan meraih hasil,” ujarnya.
Sebanyak 11 atlet diturunkan—sembilan putra dan dua putri. Salah satu di antaranya bahkan meraih penghargaan sebagai petinju favorit putra, Theo V Kurni.
Bagi Yacob, angka-angka itu bukan sekadar hasil. Itu adalah tanda bahwa tinju Yapen masih hidup.
Membangun dari Keterbatasan
Namun kebangkitan tak datang tanpa tantangan. Fasilitas menjadi persoalan utama. Ring tinju—yang menjadi pusat pembinaan—belum tersedia.
Ia menyebut, pengadaan ring dengan nilai sekitar Rp160 juta masih diupayakan.
“Kalau pembinaan mau maksimal, sarana harus ada,” katanya.
Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Bupati Benyamin Arisoy dan Roi Palungan, agar pembinaan dapat berjalan lebih terarah tak hanya tinju, tapi juga cabor lain seperti sepakbola, voli dan atletik.
Karena bagi Yacob, membangun tinju bukan sekadar soal pertandingan, tapi tentang membuka jalan bagi generasi muda.
Tetap Berakar di Serui
Di tengah berbagai peran, Yacob tetap kembali ke Serui—tempat ia lahir dan besar.
Ia adalah anak kelima dari delapan bersaudara, putra dari Benediktus Tapat Keding dan Dorkas Yebi Yebi.
Ia juga aktif dalam pelayanan di GPdI Ekklesia Serui Kota, yang dahulu dibina oleh almarhum Pendeta Mesakh Dawir, meski tak lagi bermain musik sebagai drummer.
“Kami lahir dan besar di Serui. Ini tempat kami,” ujarnya.

Menatap Ring yang Lebih Jauh
Di benaknya, kebangkitan tinju Yapen belum selesai. Ia ingin pembinaan yang mulai berjalan ini melahirkan generasi baru.
Saat rehat di rumahnya, Yacob menyempatkan diri menonton tinju dunia di YouTube: Floyd Mayweather Jr, Juan Manuel Márquez, Manny Pacquiao, Danny Garcia, Adrien Broner, Jessie Vargas, hingga Indonesia seperti Chris John dan Daud Yordan.
Yacob bukan sekedar menonton, tapi ia pun belajar teknik dasar tinju untuk dibagikan kepada para petinju pemula: teknik pukul, teknik sikap berdiri, teknik gerakan tubuh, dan belajar mengelola tinju sebagaimana dilakukan promotor tinju Don King.
Ia membayangkan suatu hari nanti petinju Yapen bisa mengikuti jejak petinju dunia. Lebih dekat dari itu, ia ingin lahir penerus dari Yapen sendiri: Yulianus Raweyai, Seppy Karubaba, Beny Maniani, dan Agus May.
“Kami ingin atlet Yapen bukan hanya di tingkat amatir, tapi ke tingkat profesional,” katanya.
Tinju di Yapen mungkin pernah tenggelam. Namun seperti petinju yang bangkit sebelum hitungan terakhir, harapan itu tak pernah benar-benar hilang. Kini, perlahan, ia kembali berdiri—dan kali ini, tak lagi sendiri. **
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama: Yacob Michael Tapat Keding
Keluarga:
• Anak kelima dari delapan bersaudara
• Ayah: Benediktus Tapat Keding (mantan anggota RPKAD era 1960-an)
• Ibu: Dorkas Yebi Yebi
Pendidikan:
• Alumni SMAN 2 Serui
Karier & Jabatan:
• Plt. Ketua Pengkab Pertina Kepulauan Yapen
• Anggota DPRK Kepulauan Yapen (2024–2029)
• Ketua TKBM Pelabuhan Serui
Alat Kelengkapan DPRK:
• Komisi C
• Badan Anggaran (Banggar)
• Ketua Fraksi Arah Baru
Partai Politik:
• Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Pengalaman Olahraga:
• Mantan atlet tinju kelas 45 kg
• Peraih medali emas tingkat daerah
Aktivitas Sosial & Keagamaan:
• Aktif dalam pelayanan di GPdI Ekklesia Serui Kota, yang dahulu dibina oleh almarhum Pendeta Mesak Dawir, meski tak lagi bermain musik sebagai drummer.
- Pernah bermain musik sebagai drummer
- Dibina oleh Almarhum Pendeta Mesakh Dawir


















