Oleh: Makawaru da Cunha I
CITRA PAPUA.COM—KOTA JAYAPURA—Setelah vakum cukup lama, dunia tinju Papua mulai bangkit melalui Kejuaraan Daerah (Kejurda) Papua Cerah atau Pace Boxing Cup I di Kota Jayapura.
Plt Ketua Pengkab Pertina Biak Numfor sekaligus Kepala Dinas Perhubungan Biak Numfor, Simon Rumaropen, menyebut ajang yang memperebutkan Piala Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, itu sebagai momentum awal kebangkitan tinju di Bumi Cenderawasih.
“Dengan adanya kejurda ini, dunia tinju kembali lagi setelah kurang lebih 10 tahun vakum,” ujar Simon usai upacara penghormatan pemenang dan penyerahan medali dan piala di GOR Cenderawasih, APO, Kota Jayapura, Sabtu (4/4/2026) malam.
Bangkit dari Kevakuman
Simon menuturkan, sejak era 1970-an hingga awal 2000-an, tinju merupakan salah satu cabang olahraga andalan Papua yang melahirkan banyak atlet berprestasi.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, pembinaan dan kompetisi mengalami penurunan sehingga membuat olahraga ini kurang berkembang.

Plt Ketua Pengkab Pertina Biak Numfor, Simon Rumaropen. (Foto: Citra Papua/Makawaru da Cunha)
Ajang Pembinaan Atlet
Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua, KONI Papua, dan Pengprov Pertina Papua atas terselenggaranya kejuaraan tersebut.
Menurut dia, ajang ini tak hanya menjadi ruang kompetisi, tapi juga sarana menjaring potensi atlet dari berbagai kabupaten.
“Momentum ini sangat penting untuk menggairahkan kembali tinju karena kita sudah lama tidak bergerak,” katanya.
Peran Daerah dan Karakter Atlet
Simon menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membina generasi muda melalui olahraga, sekaligus membentuk karakter anak-anak agar berkembang ke arah yang lebih baik.
Ia mengaku bangga terhadap atlet-atlet pemula dari Biak Numfor yang baru pertama kali naik ring, tapi mampu menunjukkan semangat juang tinggi.
“Semangat juang mereka luar biasa untuk mempertahankan nama baik daerah Biak Numfor,” ujarnya.

Dorongan Kompetisi Berjenjang
Untuk menjaga keberlanjutan pembinaan, Simon mendorong adanya kompetisi berjenjang, termasuk rencana penyelenggaraan kejuaraan tingkat distrik seperti Bupati Cup.
Melalui ajang tersebut, setiap distrik di Biak Numfor diharapkan dapat menyiapkan atlet terbaik untuk dibina dan diproyeksikan ke tingkat provinsi maupun nasional.

Plt Ketua Pengkab Pertina Biak Numfor, Simon Rumaropen, berpose bersama para juara kelas berat ringan/70 kilogram elite putri usai penyerahan medali pada Kejurda Pace Boxing Cup I di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Sabtu (4/4/2026). (Foto: Citra Papua/Makawaru da Cunha)
Butuh Dukungan Bersama
Menurut Simon, kebangkitan tinju Papua tak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan organisasi olahraga.
“Ini momentum kita bersama untuk membina atlet agar bisa kembali berjaya,” katanya.
Komitmen Menghidupkan Tinju
Simon mengakui dirinya bukan berasal dari latar belakang petinju, melainkan pemain sepak bola. Namun, ia mendapat kepercayaan dari para senior dan legenda tinju di Biak Numfor untuk menghidupkan kembali cabang olahraga tersebut.
“Kepercayaan ini akan kami jalankan bersama untuk membangkitkan kembali tinju di Biak Numfor,” ujarnya. **


















