banner 728x250

Ruth Mandowally Kalah Tipis, Kontingen Kota Jayapura Protes Keputusan Wasit

Ketua Kontingen Kota Jayapura, Irianto Pakombong, memprotes keputusan wasit hakim seusai laga final kelas welter ringan (60 kg) elite putri Kejurda Pace Boxing Cup I 2026 di GOR Cenderawasih, APO, Kota Jayapura, Jumat (3/4/2026) malam. (Foto: Citra Papua.com/Makawaru da Cunha)
banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Makawaru da Cunha  I

CITRA PAPUA,COM—KOTA JAYAPURA—Kontingen Kota Jayapura melakukan aksi protes terhadap keputusan wasit, setelah petinjunya, Ruth Mandowally, dinyatakan kalah angka tipis dari Dina Napo (Kabupaten Jayapura) pada final kelas welter ringan (60 kg) elite putri Kejurda Pace Boxing Cup I 2026 di GOR Cenderawasih, APO, Kota Jayapura, Jumat (3/4/2026) malam.

banner 325x300

Laga yang berlangsung tersebut berjalan ketat sejak ronde pertama hingga ronde ketiga.

Ruth tampil agresif dengan kombinasi jab, straight, dan uppercut, sementara Dina mengandalkan serangan balik. Memasuki ronde kedua dan ketiga, Ruth terlihat lebih dominan dalam menekan dan mengumpulkan pukulan.

Namun, wasit hakim memutuskan kemenangan untuk Dina melalui selisih angka tipis. Hasil itu memastikan Dina meraih medali emas, sementara Ruth harus puas sebagai runner-up.


Petinju Kota Jayapura, Ruth Mandowally (merah), bertanding melawan Dina Napo (biru) dari Kabupaten Jayapura pada final kelas welter ringan (60 kg) elite putri Kejurda Pace Boxing Cup I 2026 di GOR Cenderawasih, APO, Kota Jayapura, Jumat (3/4/2026) malam. (Foto: Citra Papua.com/Makawaru da Cunha)

Kontingen Nilai Penilaian Tidak Adil

Keputusan tersebut langsung memicu protes dari kubu Kota Jayapura. Ketua kontingen, Irianto Pakombong, mendatangi meja wasit hakim usai pertandingan.

Ia menilai Ruth tampil lebih aktif dan seharusnya unggul dalam perolehan angka.

“Saya mantan petinju, jadi paham penilaian. Atlet kami lebih banyak memasukkan pukulan bersih,” kata Irianto.

Ia juga menegaskan pentingnya netralitas wasit hakim demi menjaga kualitas pembinaan tinju di Papua.

“Kalau sistem lama terus dipakai tanpa evaluasi, hasilnya akan merugikan atlet,” ujarnya.

Aksi protes tersebut sempat berdampak pada jalannya pertandingan berikutnya partai ke 88 babak final kelas menengah/66 kilogram elit putri Agusta Hikinda dari Kota Jayapura dan Angel Rumbewas dari Biak Numfor mengalami penundaan.


Petinju Kota Jayapura, Ruth Mandowally (merah), bertanding melawan Dina Napo (biru) dari Kabupaten Jayapura pada final kelas welter ringan (60 kg) elite putri Kejurda Pace Boxing Cup I 2026 di GOR Cenderawasih, APO, Kota Jayapura, Jumat (3/4/2026) malam. (Foto: Citra Papua.com/Makawaru da Cunha)

 

Dinilai Tidak Sesuai Jalannya Pertandingan

Sebelumnya, di partai ke 55 semifinal kelas welter ringan/60 kilogram elite putri, Dina Napo dinyatakan menang atas Salomina dari Kabupaten Kepulauan Yapen.

Namun, sepanjang tiga ronde pertandingan, Salomina dinilai tampil lebih dominan dan lebih banyak melancarkan pukulan yang berpotensi menghasilkan angka.

Meski demikian, keputusan wasit hakim tetap memenangkan Dina, yang kemudian melaju ke babak final.

Protes Juga Terjadi di Kelas Lain

Sorotan serupa sebelumnya juga muncul pada partai ke-41 penyisihan II kelas bantam/54 kilogram elite putra.

Kontingen Kepulauan Yapen melakukan aksi protes setelah petinjunya, Yacob Lawari, dinyatakan kalah angka dari Piter Manek asal Waropen dalam pertandingan yang digelar Rabu (1/4/2026) malam.

Keputusan tersebut dipersoalkan karena dianggap tidak mencerminkan jalannya pertandingan.

Petinju Kabupaten Jayapura, Dina Napo (biru), dinyatakan menang angka atas Ruth Mandowally (merah) pada final kelas welter ringan (60 kg) elite putri Kejurda Pace Boxing Cup I 2026 di GOR Cenderawasih, APO, Kota Jayapura, Jumat (3/4/2026) malam. (Foto: Citra Papua.com/Makawaru da Cunha)

Evaluasi Diharapkan Dilakukan

Rangkaian protes dari sejumlah kontingen ini memunculkan harapan agar penyelenggara melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan wasit hakim.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga sportivitas serta kualitas pembinaan olahraga tinju di Papua.

Menanggapi hal itu, penanggung jawab teknik kejuaraan sekaligus technical delegate, Alfred Kayoi, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit hakim.

“Kami akan terus melakukan evaluasi agar kualitas pertandingan tetap terjaga,” kata Wasit Bintang 1 Association Internationale de Boxe Amateur/AIBA ini. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *