Oleh: Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM—SORONG—Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Sarmi, Muhammad Asari Tiris, mendorong pemerintah pusat dan pihak terkait segera meningkatkan fasilitas empat bandara di Kabupaten Sarmi, Papua, guna membuka akses transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Empat bandara tersebut yakni Bandara Mararena di Kota Sarmi, serta tiga bandara perintis di wilayah pedalaman, masing-masing Bandara Segartor dan Bandara Wakurabora-bora di Distrik Tor Atas, serta Bandara Aurumi di Distrik Apawer Hulu.
Menurut Asari, keberadaan bandara-bandara tersebut sangat penting dan mendesak mengingat sebagian wilayah pedalaman Sarmi hingga kini masih sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Walaupun belum ada jalan penghubung, minimal pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan tetap bisa dijangkau melalui penerbangan perintis,” kata Asari saat dikonfirmasi di Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (10/5/2026).
Penerbangan Terbatas
Asari menjelaskan, saat ini Bandara Mararena masih dilayani penerbangan Maskapai Susi Air dengan jadwal dua kali dalam sepekan. Sementara tiga bandara kecil lainnya melayani aktivitas pendidikan dan kesehatan milik jemaat Gereja Advent melalui Maskapai Adventist Aviation Indonesia.
Ia mengungkapkan, DPRK Sarmi telah melakukan pembahasan bersama Kepala Bandara Mararena dan menyerahkan aspirasi agar bandara tersebut terdata sebagai bandara prioritas yang ada di kabupaten Sarmi, termasuk dalam program penerbangan perintis bersubsidi.
Harap Dukungan Pemerintah Pusat
Selain itu, aspirasi tersebut juga telah disampaikan langsung kepada Wakil Ketua Komisi V DPR RI Robert Rouw saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Bonggo beberapa waktu lalu.
Asari berharap pemerintah pusat dapat memberi perhatian terhadap peningkatan fasilitas Bandara Mararena maupun rehabilitasi tiga bandara pedalaman yang sudah lama tidak digunakan.
“Kalau melihat kondisi fasilitas di tiga bandara terpencil itu memang perlu rehabilitasi dan peninjauan kembali agar siap digunakan ketika registrasi dan operasional penerbangan kembali dibuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada 2025 Pemerintah Kabupaten Sarmi sempat bekerja sama dengan Susi Air untuk mendukung penerbangan di wilayah tersebut. Namun kerja sama itu belum dapat dilanjutkan, karena keterbatasan anggaran subsidi.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat penerbangan bisa kembali beroperasi, sehingga akses masyarakat pedalaman tidak lagi terisolasi,” kata Asari. **


















