banner 728x250

Persipura Butuh Suntikan Dana Freeport Jelang Dua Laga Krusial Penentu ke Liga 1

Ketua Black Danger Community (BDC) John Unggirwalu (kiri), dan Ketua BDC Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth (kanan), saat menyampaikan keterangan pers di Abepura, Rabu (22/4/2026). (Foto: Citra Papua.Com/Makawaru da Cunha)
banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Makawaru da Cunha  I

CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA—Persipura Jayapura membutuhkan suntikan dana dari Freeport menjelang dua laga krusial Liga 2 Pegadaian Championship 2025–2026 untuk menjaga peluang kembali ke Liga 1.

banner 325x300

Tim berjuluk Mutiara Hitam itu masih menyisakan dua pertandingan penentuan, yakni melawan Persipal Palu pada 26 April 2026  di Stadion Sriwedari, Solo, dan Persiku Kudus pada 2 Mei 2026 di Stadion Lukas Enembe, Sentani.

Desakan Dukungan Sebelum Laga

Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura, John Unggirwalu, menegaskan kebutuhan dukungan dana harus segera direalisasikan sebelum pertandingan.

“Kami berharap sebelum 26 April 2026 sudah ada suntikan dana dari Freeport untuk pemain dan ofisial karena tim ini membutuhkan dukungan,” ujar John saat menyampaikan keterangan pers di Abepura, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, rencana kehadiran Presiden Direktur Freeport Tony Wenas pada laga 2 Mei 2026 diharapkan tidak hanya simbolis, tetapi disertai dukungan konkret.

Penyegaran untuk Pemain

Ketua BDC Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth, mengatakan suntikan dana penting sebagai penyegaran bagi tim jelang laga penentuan.

“Pemain, ofisial, dan manajemen membutuhkan dukungan dana untuk menambah motivasi menghadapi pertandingan,” kata Jansen.

Menurut dia, dukungan sebaiknya diberikan sebelum laga, bukan setelah Persipura kembali ke Liga 1.

Laga Tandang Dipindahkan

Laga Persipal Palu kontra Persipura pada 26 April 2026 dipastikan dipindahkan ke Stadion Sriwedari, Solo.

Meski berstatus tuan rumah, Persipal harus bermain di luar Palu karena Stadion Gawalise tengah direnovasi dan belum dapat digunakan untuk pertandingan resmi.

Sorotan untuk Freeport

BDC juga menyoroti peran Freeport yang dinilai belum optimal mendukung Persipura.

“Kami melihat dukungan besar diberikan ke tim nasional, tetapi Persipura belum mendapat perhatian yang sama,” ujar Jansen.

Ia menegaskan Persipura memiliki nilai historis sebagai simbol pemersatu masyarakat Papua melalui sepak bola.

BDC berharap suntikan dana dari Freeport dapat direalisasikan sebelum laga 2 Mei 2026 agar Persipura memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi laga penentuan dan membuka peluang kembali ke Liga 1. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *