Oleh: Makawaru da Cunha
CITRA PAPUA.COM—JAYAPURA—Perwakilan elemen suporter Persipura Jayapura, yakni Black Danger Community (BDC) Persipura dan BDC Persipura 1963, bertemu Kapolresta Jayapura Kota Fredrickus Marklarimboen di Abepura, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan tersebut membahas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang laga kandang Persipura Jayapura melawan Persiku Kudus pada Liga 2 Pegadaian Championship 2025–2026 di Stadion Lukas Enembe, Sentani, 2 Mei 2026.
Kapolresta Jayapura Kota menegaskan pentingnya peran suporter dalam menjaga situasi tetap kondusif selama pertandingan berlangsung.
“Pada prinsipnya kami berharap para fans dan Persipuramania menciptakan rasa aman dan ketertiban untuk kita semua dan untuk Persipura. Kalau kita sayang Persipura, mari kita memberikan yang terbaik,” ujar Fredrickus.
Menurut dia, pertandingan tersebut menjadi momentum kebangkitan sepak bola di Tanah Papua. Karena itu, masyarakat yang hadir diminta menjaga keamanan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Imbauan Tanpa Konvoi dan Euforia Berlebihan
Kapolresta mengingatkan agar suporter tidak melakukan konvoi maupun euforia berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami berharap tidak ada konvoi atau euforia berlebihan. Perhatikan situasi dan kondisi, jangan sampai euforia yang awalnya untuk mensyukuri kebangkitan Persipura justru menimbulkan korban sia-sia,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan diharapkan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Sayangi diri, jaga diri. Kita datang untuk menonton, menikmati pertandingan, lalu pulang dengan suka cita tanpa hal-hal yang tidak baik. Mari kita dukung Persipura untuk kembali ke Liga 1,” ujarnya.

Seorang anggota Black Danger Community (BDC) Persipura, berpose bersama Kapolresta Jayapura Kota Fredrickus Marklarimboen, usai pertemuan di di Abepura, Rabu (22/4/2026). (Foto: Citra Papua.Com/Makawaru da Cunha)
Suporter: Momentum Kembali ke Liga 1
Ketua Black Danger Community Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth, menilai laga 2 Mei sebagai momentum penting bagi Persipura setelah sekitar empat tahun berada di Liga 2 sejak 2022.
“Kami melihat tanggal 2 Mei 2026 sebagai momentum bersejarah. Sudah sekitar empat tahun Persipura berada di Liga 2, dan kami berharap ini menjadi momen kembali ke Liga 1,” katanya.
Ia mengajak seluruh suporter menghindari potensi gangguan keamanan, termasuk upaya provokasi yang dapat memicu keributan.
“Kita hindari hal-hal yang tidak diinginkan. Persipura milik kita bersama, jadi kita fokus mendukung dengan baik,” ujarnya.
Jansen juga mengajak masyarakat memenuhi Stadion Lukas Enembe.
“Kalau bisa stadion dengan kapasitas sekitar 40.000 penonton kita penuhi untuk menyaksikan Persipura,” katanya.
Ia menegaskan, menjaga kamtibmas menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ajakan Merahkan Stadion
Sementara itu, Ketua BDC Persipura, John Unggirwalu, mengajak masyarakat Papua hadir langsung memberikan dukungan.
“Tanggal 2 Mei 2026 adalah momentum bagi Persipura untuk kembali ke Liga 1 setelah sekitar empat tahun di Liga 2. Kami harapkan seluruh masyarakat Papua datang meramaikan dan merahkan Stadion Lukas Enembe,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, hingga seluruh Papua untuk hadir.
“Mari kita datang dan merayakan Persipura Jayapura, tim kebanggaan orang Papua, kembali ke Liga 1,” katanya.
Sisa Dua Laga Terakhir
Persipura masih menyisakan dua laga di fase akhir Liga 2 Pegadaian Championship 2025–2026, yakni melawan Persipal Palu pada 26 April 2026 di Stadion Sriwedari, Solo, dan Persiku Kudus (2 Mei 2026/kandang). **


















